MEDAN – Ketua Pemuda Merga Silima (PMS) Kabupaten Dairi, Robert Hendra Ginting, AP, M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Kamis (29/10/2026). Menurut Robert Hendra Ginting, penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah merupakan langkah positif dan strategis dalam menjaga, melestarikan, ...
sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Pakpak sebagai salah satu identitas dan warisan leluhur masyarakat Kabupaten Dairi. Ia menilai, Pesta Budaya Njuah-Njuah tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat jati diri, membangun karakter generasi muda, serta menanamkan rasa bangga terhadap warisan adat dan budaya.
"Pemuda Merga Silima Kabupaten Dairi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dairi atas penyelenggaraan Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah. Budaya adalah identitas, kehormatan, sekaligus kekuatan yang harus kita rawat dan wariskan kepada generasi penerus," ungkap Robert.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman suku, adat istiadat, budaya, dan agama yang hidup di Kabupaten Dairi merupakan kekayaan sosial yang harus dijaga bersama. Keberadaan masyarakat Pakpak, Karo, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial Kabupaten Dairi.
Oleh karena itu, PMS Kabupaten Dairi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun semangat persaudaraan, saling menghormati, menjunjung tinggi toleransi, serta menghindari segala bentuk sikap yang dapat memecah belah persatuan.
Robert secara khusus berharap momentum Pesta Budaya Njuah-Njuah dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarmasyarakat dengan menjadikan nilai-nilai luhur adat dan budaya sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Sebagai organisasi kepemudaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebudayaan, kami berpandangan bahwa pelestarian budaya Pakpak harus mendapatkan dukungan seluruh masyarakat. Demikian juga budaya Karo dan budaya suku-suku lainnya harus dihormati dan dilestarikan. Kita boleh berbeda latar belakang adat dan budaya, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan membangun Kabupaten Dairi," tegasnya.
JANGAN KORBANKAN IDENTITAS DAN MARTABAT ADAT DEMI UANG DAN JABATAN
Dalam kesempatan tersebut, Robert juga menyampaikan pesan penting agar masyarakat tidak kehilangan jati diri dan akar budayanya akibat perkembangan zaman, dinamika politik, kepentingan ekonomi, maupun berbagai kepentingan pribadi.
Menurutnya, nilai-nilai luhur adat dan budaya Pakpak harus tetap dihormati, dipertahankan, serta menjadi salah satu landasan dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menggadaikan, mengabaikan, apalagi mengorbankan identitas kesukuan, nilai-nilai budaya, dan kehormatan adat istiadat hanya karena godaan materi, uang, jabatan, kekuasaan, maupun perlakuan khusus dalam lingkungan birokrasi pemerintahan ataupun dunia usaha dan swasta.
"Jangan sampai karena mengejar uang, jabatan, kekuasaan, ataupun mendapatkan perlakuan khusus di lingkungan birokrasi maupun dunia swasta, kita kehilangan jati diri, mengabaikan adat istiadat, dan melupakan nilai-nilai budaya warisan leluhur. Kita harus mampu menempatkan kepentingan pribadi secara proporsional tanpa harus mengorbankan kehormatan dan martabat adat serta identitas budaya kita," ujar Robert.
Ia menambahkan, uang dan jabatan merupakan sesuatu yang dapat diperoleh dan berubah seiring perjalanan waktu. Namun, identitas budaya, kehormatan leluhur, serta nilai-nilai adat merupakan warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Jabatan bisa berganti, kekayaan bisa berubah, tetapi identitas dan martabat budaya harus tetap kita pertahankan. Jangan sampai kita mewariskan jabatan dan materi kepada generasi berikutnya, tetapi justru kehilangan warisan budaya, sejarah, dan kehormatan leluhur kita," tambahnya.
Robert juga menegaskan bahwa menghormati dan mendukung pelestarian budaya Pakpak bukan berarti mengurangi penghormatan terhadap budaya Karo maupun suku-suku lainnya. Sebaliknya, setiap kelompok masyarakat harus memiliki kesadaran untuk saling menghargai, menjaga kehormatan adat masing-masing, dan membangun persaudaraan dalam bingkai kebhinekaan.
Menurutnya, hubungan persaudaraan masyarakat Karo dan Pakpak harus terus dirawat melalui komunikasi, silaturahmi, saling menghormati, serta kesadaran bahwa perbedaan adat dan budaya bukanlah alasan untuk menciptakan jarak maupun perpecahan.
"Adat dan budaya bukan alat untuk memisahkan kita, melainkan jembatan untuk mempererat persaudaraan. Kita harus bangga terhadap identitas masing-masing, saling menghormati, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Persaudaraan harus lebih besar daripada kepentingan pribadi maupun kelompok," tegasnya.
BUDAYA HARUS MENJADI KEKUATAN PEMBANGUNAN DAERAH
Robert juga memberikan perhatian terhadap tema Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2026, yakni 'Sada Dalan Kita Mahangga'. Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan penting mengenai kebersamaan, kesatuan langkah, dan semangat kolektif dalam membangun daerah.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan pesta budaya, tetapi juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, serta pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Dairi.
Selain sebagai sarana pelestarian budaya, Robert menilai Pesta Budaya Njuah-Njuah memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi bagi produk UMKM, kerajinan tradisional, kuliner khas daerah, seni pertunjukan, serta destinasi pariwisata Kabupaten Dairi.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Dairi terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan budaya dengan melibatkan generasi muda, komunitas seni, pelaku UMKM, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.
"Pesta budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai nilai-nilai budaya hanya ditampilkan ketika ada perayaan, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita juga berharap kegiatan ini mampu membuka peluang ekonomi, memperkenalkan potensi daerah, dan meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Dairi," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Robert Hendra Ginting menegaskan bahwa Pemuda Merga Silima Kabupaten Dairi siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas, memperkuat toleransi, melestarikan adat dan budaya, serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan generasi muda untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur, mempererat tali silaturahmi, serta membangun Kabupaten Dairi dengan semangat persaudaraan dan kebhinekaan.
"Sudah saatnya seluruh komponen masyarakat bersatu, saling menghargai, dan mengambil bagian dalam pembangunan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, kebudayaan sebagai identitas, dan persaudaraan sebagai fondasi untuk mewujudkan Kabupaten Dairi yang maju, harmonis, dan sejahtera. Jangan pernah kehilangan jati diri hanya karena kepentingan sesaat. Hormati adat, jaga budaya, dan pertahankan martabat leluhur," pungkas Robert Hendra Ginting.
Pemuda Merga Silima Kabupaten Dairi berharap Pesta Budaya Njuah-Njuah tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pakpak, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Dairi serta simbol kuatnya persaudaraan, toleransi, dan keberagaman budaya di Tanah Sulang Silima Dairi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon Tinggalkan Pesan