PMS — Ketua Pemuda Merga Silima (PMS) Kabupaten Dairi, Robert Hendra Ginting, AP, M.Si, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi ke-79 Kabupaten Dairi yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Momentum hari jadi tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi harus menjadi kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Robert menegaskan, peringatan hari jadi kabupaten harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari program yang direncanakan atau kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Atas nama Pemuda Merga Silima Kabupaten Dairi, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-79 Kabupaten Dairi. Semoga Dairi semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pembangunan benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun wilayah tempat tinggal,” ujarnya.
Pembangunan Tanah Pinem, Tigalingga, dan Gunung Sitember Perlu Perhatian Serius
Di balik ucapan selamat tersebut, Robert menyampaikan catatan kritis terhadap pembangunan di Kecamatan Tanah Pinem, Tigalingga, dan Gunung Sitember, wilayah yang banyak dihuni masyarakat Suku Karo di Kabupaten Dairi.
Menurutnya, ketiga kecamatan tersebut perlu mendapatkan perhatian pembangunan yang lebih serius, terukur, dan berkelanjutan. Pemerataan pembangunan tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan atau laporan realisasi program, tetapi harus terlihat dari kondisi infrastruktur, akses pelayanan pemerintah, dukungan terhadap sektor pertanian, serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia menilai, berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut harus dipetakan secara terbuka, mulai dari kondisi jalan dan konektivitas antardesa, sarana pendukung pertanian, akses distribusi hasil panen, hingga ketersediaan pelayanan publik yang mudah dijangkau.
“Kalau kita berbicara tentang hari jadi Kabupaten Dairi, kita harus berani melihat kenyataan di lapangan. Apakah pembangunan sudah dirasakan secara merata? Apakah petani sudah memperoleh dukungan yang memadai? Apakah masyarakat di Tanah Pinem, Tigalingga, dan Gunung Sitember sudah mendapatkan pelayanan yang optimal? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Robert juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak seharusnya dijadikan alasan untuk membiarkan pelayanan publik berjalan kurang optimal.
Keterbatasan fiskal memang merupakan tantangan, tetapi pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk menentukan skala prioritas, memperbaiki tata kelola anggaran, dan memastikan setiap program memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Petani Harus Menjadi Prioritas Pembangunan
Sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian, Tanah Pinem, Tigalingga, dan Gunung Sitember membutuhkan kebijakan yang lebih berpihak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Robert menilai, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sesaat. Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur produksi, memperbaiki akses jalan usaha tani sesuai kebutuhan, mendukung ketersediaan sarana produksi, memperluas pendampingan kepada petani, serta membantu membuka akses pasar agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
“Petani tidak boleh hanya diingat ketika pemerintah membutuhkan dukungan politik atau ketika musim panen tiba. Mereka membutuhkan kehadiran pemerintah secara konsisten. Jalan yang memadai, distribusi hasil pertanian yang lancar, pendampingan, dan akses pasar merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan keluarga petani,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Sagala melakukan evaluasi terhadap program pembangunan di tiga kecamatan tersebut, dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
Baginya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan sekadar kemampuan menyusun program, tetapi sejauh mana program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.
Kecewa terhadap Minimnya Keterwakilan Suku Karo dalam Jabatan Strategis
Selain persoalan pembangunan, Robert juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap apa yang ia nilai sebagai belum optimalnya perhatian terhadap kaderisasi dan keterwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari Suku Karo dalam jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi.
Ia mengingatkan bahwa Pemuda Merga Silima merupakan organisasi kemasyarakatan Suku Karo yang ikut berkampanye memberikan dukungan kepada pasangan Vickner Sinaga dan Wahyu Sagala pada Pilkada sebelumnya.
Dukungan tersebut, menurutnya, dilandasi harapan agar kepemimpinan yang terpilih mampu membangun Dairi secara inklusif, memperkuat persatuan masyarakat, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh putra-putri daerah untuk berkontribusi dalam pemerintahan.
Namun, Robert menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa apabila kesempatan pengembangan karier dan promosi aparatur dari Suku Karo belum mendapatkan perhatian yang proporsional, khususnya dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan setingkat kepala dinas, serta jabatan administrator.
“Dukungan politik yang kami berikan lahir dari harapan terhadap masa depan Kabupaten Dairi. Kami berharap pemerintahan ini mampu membangun kepercayaan seluruh kelompok masyarakat. Karena itu, kaderisasi dan kesempatan bagi ASN yang kompeten, termasuk dari Suku Karo kader PMS Dairi, harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Robert menegaskan bahwa yang dipersoalkan bukan semata-mata siapa yang memperoleh jabatan, melainkan bagaimana pemerintah memastikan proses pengembangan karier berlangsung secara adil, transparan, profesional, dan berdasarkan kompetensi.
Ia menilai, keberagaman latar belakang masyarakat semestinya tercermin dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif. Setiap ASN yang memenuhi persyaratan harus memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan menduduki jabatan sesuai kompetensi, rekam jejak, integritas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa ada kelompok tertentu yang kurang memperoleh ruang. Pemerintahan yang baik harus mampu membangun kepercayaan semua pihak. Meritokrasi harus dijalankan secara konsisten, dan kaderisasi aparatur perlu dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.
Mengingat Pertemuan di Medan dan Harapan kepada Tokoh Politik
Kekecewaan Robert juga berkaitan dengan komunikasi politik yang pernah dibangunnya bersama seorang ketua partai politik yang, menurut penuturannya, secara khusus meminta dukungan untuk pasangan Vickner Sinaga dan Wahyu Sagala pada Pilkada sebelumnya.
Robert mengenang sebuah pertemuan di Medan yang berlangsung sambil menyantap sop daging lembu. Dalam pertemuan tersebut, katanya, sejumlah harapan dan pembicaraan mengenai masa depan daerah disampaikan.
Akan tetapi, dari berbagai harapan yang pernah dibicarakan, Robert menegaskan bahwa keinginannya sebenarnya sederhana: perhatian yang lebih nyata terhadap masyarakat Suku Karo, baik dalam kesempatan berkontribusi di lingkungan pemerintahan maupun dalam pemerataan pembangunan wilayah tempat mereka bermukim.
“Dalam pertemuan itu, banyak harapan yang disampaikan. Tetapi harapan saya sesungguhnya hanya satu, yakni bagaimana masyarakat Suku Karo benar-benar diperhatikan, baik dalam pembangunan wilayah maupun dalam kesempatan bagi sumber daya manusia yang kompeten untuk mengabdi di pemerintahan. Saya ingin melihat perubahan yang nyata, bukan sekadar komunikasi politik,” ungkapnya.
Menurut Robert, dukungan politik seharusnya dibangun atas dasar kepercayaan, komitmen, dan kesamaan harapan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang terjalin sebelum pemilihan semestinya tetap dilanjutkan setelah pasangan yang didukung memperoleh kepercayaan rakyat.
"Saya masih ingat ketika PMS belum menentukan pilihan kepada pasangan calon Bupati / Wakil Bupati manapun, waktu itu, Pak Vickner Sinaga dan Isteri melakukan pertemuan di Hotel Beristra selama lebih kurang 2 jam. Pa Vickner banyak bercerita terkait mimpi-mimpi terbaik untuk Kabupaten Dairi yang luar biasa, dan Saya hanya minta jika terpilih nanti tolong diperhatikan banyak PNS Suku Karo untuk diberikan kepercayaan menjabat di jajaran birokrasi Pemerintahan Dairi di bebrapa jabatan strategis level Kepala Dinas maupun pejabat Eselon 3. Jawaban beliau saat itu, Kita akan perhatikan dan akan hargai perjuangan PMS dan perjuangan Suku Karo untuk saya bila nanti menjabat sebagai Bupati Dairi" ungkap Ginting
Ia juga menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukanlah bentuk penolakan terhadap pemerintahan, melainkan bagian dari tanggung jawab organisasi kemasyarakatan untuk menyampaikan aspirasi warga dan mengingatkan pemerintah agar tetap peka terhadap persoalan di lapangan.
Hari Jadi Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Momentum Pembenahan
Menutup pernyataannya, Robert berharap Hari Jadi ke-79 Kabupaten Dairi menjadi momentum bagi Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Sagala untuk memperkuat komitmen terhadap pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan petani, serta tata kelola kepegawaian yang profesional dan inklusif.
Ia meminta agar kondisi pembangunan di Tanah Pinem, Tigalingga, dan Gunung Sitember dievaluasi secara objektif melalui data, kunjungan lapangan, dan dialog langsung dengan masyarakat. Hasil evaluasi tersebut, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi program prioritas yang jelas, memiliki target terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Robert juga menekankan bahwa perjuangan untuk memperoleh pemerataan pembangunan dan kesempatan yang adil tidak boleh dimaknai sebagai upaya mempertentangkan satu suku dengan suku lainnya.
“Yang kami perjuangkan adalah keadilan, pemerataan, dan penghargaan terhadap seluruh masyarakat. Suku Karo harus mendapat perhatian yang layak, sebagaimana seluruh kelompok masyarakat lainnya di Kabupaten Dairi. Tidak boleh ada warga yang merasa ditinggalkan hanya karena wilayahnya jauh dari pusat pemerintahan atau karena latar belakang sukunya,” tegasnya.
Menurutnya, Dairi yang maju adalah Dairi yang mampu menghadirkan pembangunan sampai ke desa, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat profesionalisme birokrasi, dan memberikan ruang pengabdian yang adil bagi seluruh sumber daya manusia yang berkualitas.
“Selamat Hari Jadi ke-79 Kabupaten Dairi. Semoga momentum ini menjadi titik balik untuk mempercepat pembangunan, memperbaiki pelayanan, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata. Masyarakat tidak hanya membutuhkan perayaan hari jadi, tetapi juga bukti bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk mereka,” tutup Robert Hendra Ginting.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon Tinggalkan Pesan