PMS - Sepanjang yang dapat dilacak, referensi pertama yang mencatat Aru, Aaru, Daru, atau Haru, berasal dari dinasti Yuan pada abad ke-13 (Wolters,
1977). Merujuk sumber
Tiongkok terutama perjalanan admiral Zheng He (Cheng Ho) pada awal hingga menjelang pertengahan Abad ke-15, tercatat
tiga kali kunjungan ke Aru pada 1413-1415,1421-1422, dan 1431-1433 (Mills, 1970; Groeneveltd, 2009).
Berdasar sumber itu, lokasi entitas Aru dilukiskan sebagai
berikut: Apabila dari Malaka, kapal akan tiba di Kerajaan Aru setelah
berlayar 4 hari 4 malam di bawah angin buritan.
Di situ terdapat sebuah pelabuhan
yang berair tawar. Di sebelah barat kerajaan ini berbatas dengan Kerajaan Pasai sementara di selatan dan utara
terdapat unung yang tinggi
dan luas. Bagian
timur merupakan tanah datar yang dipakai orang Aru sebagai
ladang untuk menanam padi.
Berasnya kecil dan halus...hasil buminya yang utama adalah kemenyan.” Lokasi entitas Aru, merujuk
sumber Tiongkok pada pertengahan abad ke-15 memiliki
persamaan dengan sumber Eropa pada awal abad ke-16.
Misalnya, “Suma Oriental,” yang didasarkan pada catatan Tome Pires menyebut “Aru” atau “(D)aru” salah satu diantara 19 entitas politik
yang dikunjunginya pada 1515. Entitas ini dikatakan
terletak diantara “Pase” (Samudra Pasai) dan “Delley” (Deli):
...one side by the kingdom of Pase and on the other by the
kingdom of Aru Daru)...He is a Moorish knight...wherefore they say he is very rich”[...satu sisi oleh Kerajaan Pase dan di sisi lain oleh Kerajaan Aru (Daru)...
Dia adalah seorang ksatria Moor...karena itu mereka mengatakan dia sangat kaya] (Cortesao,
1976)...... dst Download dan Baca Lengkap di
|
“ |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon Tinggalkan Pesan