14 Mei, 2026

Salut, Bupati Dairi Fast Respon Tidak Adanya Bidan Desa Sinar Pagi


PMSBupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, MM respon cepat terkait tidak adanya Bidan Desa Sinar Pagi Kecamatan Tanah Pinem selama 2 (dua) tahun... 

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda merga Silima (PMS) Kabupaten Dairi Robert Hendra Gintinig, AP, M.Si, awalnya ia membaca berita di media online sumutpos.jawapos.com dengan headlineMiris, Dua Tahun Warga Desa Sinar Pagi Dairi Hidup Tanpa Bidan dan Layanan Kesehatan Layak”. 

Menanggapi hal ini, Ketua DPD PMS Dairi melakukan komunikasi dengan Bupati Dairi dan bermohon kiranya Bupati Dairi membantu dalam penugasan Bidan Desa ke Desa Sinar Pagi ini. Menurutnya, Bupati Dairi langsung meresponnya dan akan segera menindaklanjuti hal ini dengan instansi terkait. 

Ketua DPD PMS Dairi mengaku sangat terkejut membaca berita yang di tampilkan di sumutpos.jawapos.com mengatakan bahwa di tengah gencarnya pembangunan dan berbagai program pelayanan publik, ratusan kepala keluarga di Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, justru hidup dalam kondisi memprihatinkan. 

Selama dua tahun terakhir, warga desa terpencil itu nyaris tanpa pelayanan kesehatan dasar  karena tidak adanya tenaga bidan yang menetap. Kondisi tersebut akhirnya disuarakan langsung oleh perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Perempuan Desa Sinar Pagi saat menggelar audiensi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Rabu (13/5/2026). 

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan keresahan mereka yang selama ini harus berjuang sendiri menghadapi persoalan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, balita, lansia, dan warga yang membutuhkan penanganan medis darurat. 

Ironisnya, audiensi yang semula dijadwalkan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Dairi dr Henry Manik, justru hanya diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Setyawati Ginting dan Kepala Puskesmas Tanah Pinem Rismanto Berutu. 

Dalam forum tersebut, perwakilan warga Basaria Situmorang mengungkapkan, selama tidak ada bidan tetap di desa mereka, masyarakat terpaksa mencari pelayanan kesehatan ke Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir. 

Untuk mencapai lokasi pelayanan kesehatan ter terdekat, warga harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Sebagian harus berjalan kaki karena kondisi jalan yang rusaak parah dan belum tersentuh aspal. 

“Kalau naik ojek atau mobil gardan dua, ongkos sekali jalan bisa Rp80 ribu. Kalau pulang-pergi Rp160 ribu. Itu sangat berat bagi warga kurang mampu,” kata Basaria. 

Kondisi itu membuat warga kerap kesulitan mendapatkan pertolongan medis secara cepat, terutama dalam situasi darurat. Infrastruktur jalan yang buruk semakin memperparah keterisolasian Desa Sinar Pagi. 

Menurut warga, akses menuju desa mereka baik dari arah Tanah Pinem maupun Siempat Nempu Hilir masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui, khususnya saat musim hujan. 

“Kami merasa seperti belum merdeka sepenuhnya. Indonesia sudah 81 tahun merdeka, tapi jalan kami belum aspal dan pelayanan kesehatan pun tidak ada,” ungkap Layasna Berutu dengan nada kecewa. 

Ia menyebut, selama dua tahun terakhir warga telah berulang kali menyurati Dinas Kesehatan Dairi agar menempatkan bidan di desa mereka. Namun hingga kini belum ada solusi nyata. 

“Bidan hanya sesekali datang untuk Posyandu, itu pun tidak rutin. Padahal banyak balita dan ibu hamil yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya. 

Melalui audiensi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Dairi segera mengambil langkah konkret dengan menempatkan bidan tetap di Desa Sinar Pagi serta memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan secara berkelanjutan.

Menanggapi aspirasi warga, Kepala Puskesmas Kutabuluh Rismanto Berutu menyatakan pihaknya telah menghubungi tenaga bidan yang direncanakan akan ditempatkan di Desa Sinar Pagi. 

“Saat ini administrasinya sedang diproses,” ujarnya singkat. Sementara itu, Kasubbag Umum Dinas Kesehatan Dairi, Melpa EJS, mengatakan keluhan warga akan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti. Namun ia belum dapat memastikan kapan penempatan bidan tersebut direalisasikan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Tinggalkan Pesan